Skip navigation

Selamat datang di blog Omega , dimana blog ini berisi tentang informasi yang mungkin bisa bermanfaat bagi pembaca yang ganteng-ganteng n cantik-cantik.

ANALISA GERAK RENANG GAYA DADA

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kinesiologi

Dibina oleh:  Bapak Ony

Oleh:

Adin Karyawan                       107711407013

Adiya Bangun SH                             107711407012

Dimas Mufti                            107711407014

Omeg Adyan Susanto             107711410206

UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan

Desember, 2009

ANALISA GERAK RENANG GAYA DADA

Gerakan pada renang gaya dada pada dasarnya lebih fokus pada gerakan tangan dan kaki, tetapi ada juga gerakan pendukung yaitu gerakan pada leher atau kepala.

1. Gerakan lengan.

Gerakan lengan terjadi ketika perenang melakukan gerakan meluncur ke depan, dimana bagian-bagian tubuh yang bekerja antara lain :

  1. sendi : articulatio humeri
  2. otot : m latisimus dorsi

origo : separuh bagian bawah processi spinosi columna vertebralis  sampai os sacrum dan crista iliaca

insertio : permukaan ventral os humerus di bawah tuberculum minus humeri

  1. sumbu : frontal
  2. bidang : sagital
  3. pengungkit : jenis pengungkit ke 3 , yaitu gaya berada di antara beban dan sumbu.

2. Gerakan sendi siku ( articulasio cubiti )

Gerakan pada sendi siku merupakan rangkaian gerakan pada lengan tangan dimana bagian-bagian yang bekerja pada sendi siku antara lain :

1. sendi engsel : antara humerus dadn  ulna

2. sendi peluru : antara capitulum humeri dan radius

3. sendi kisar : antara ulna dan radius

  • epicondylus humerus, tempat perlekatan (origo) otot-otot yang menggerakkan tangan dan sendi pergelangan tangan
  • tuberositas radii, tempat intertio m biceps bracii
  • Procecus olecranii, tempat incercio m triceps bracii
  • Troclea olecranii, permukaan sendi humerus yang bertemu dengan permukaan sendi ulna pada sendi siku
  • Procecus coronoideus ulna, yang berperan pada sendi engsel
  • Capitulum humeri, yang bersendi dengan fovea radii ( sendi peluru )
  • Capitulum radii

4. sumbu : frontal

5 bidang : sagital

6. pengkit : pengungkit 2 , yaitu beban berada diantara sumbu dan gaya.

3. Gerakan pergelangan tangan ( articulasio radiocarpae)

Pergelangan tangan atau articulatio radiocarpae, juga merupakan satu rangkaian dalam gerakan tangan saat melakukan renang gaya dada yaitu saat meluncur, dan bagian pergelangan tangan yang bekerja antara lain :

1. sendi : sendi condyloid

Di sini yang bersendi ialah ujung distal radius dengan tiga tulang     carpalia sebelah proksimal, yaitu : os. Naviculare, os. Lunatum dan os. Triquetrum.

2. otot   :  m. Pronator teres dan m. Pronator kuadratus

3. origo  :  epicondylus medial humeri

4. sumbu : sagital

5. bidang : frontal

6. pengungkit : pengungkit jenis 2

Read More »

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Penelitian adalah sebuah hasil karya tulis dari seorang penulis/peneliti atau juga dari beberapa orang penyusun. Didalam pembuatan karya ilmiah ini, khususnya tentang penelitian, diperlukan data-data yang akurat dan baik untuk dapat meneliti dengan baik pula. Oleh karena itu, diperlukan teknik pengumpulan data yang baik pula, jika tidak maka penelitian akan berjalan buruk.

Teknik pengumpulan data sendiri adalah sebuah teknik ataupun cara-cara yang dapat dipakai oleh peneliti untuk megumpulkan data-data yang kemudian ingin diteliti. Data-data ini juga diperlukan sebagai bukti bahwa penelitian benar-benar dilaksanakan. Oleh karena itu penelitin juga harus mengerti macam-macam data.

Dalam makalah ini, penyusun mencoba untuk menjelaskan tentang beberapa teknik dalam mengumpulkan data-data dari lapangan. Baik itu berupa wawancara, kuisioner, blangko, joint application design, ataupun dengan cara observasi. Hal ini diangkat oleh penyusun mengingat mahasiswa FIK perlu melakukan penelitian yang pada akhirnya akan digunakan pada skripsi masing-masing individu, oleh karena itu diperlukan teknik-teknik yang baik dalam mengumpulkan data-data.

B.        Rumusan Masalah

Dalam makalah ini kelompok kami mengangkat beberapa permasalahan yaitu:

a.         apa sajakah macam-macam data itu?

b.         apa sajakah dan bagaimanakah teknik pengumpulan data itu?

C.        Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Penjas dan Olahraga adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang:

a.         Jenis-jenis data

b.         macam-macam teknik pengumpulan data

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Jenis-Jenis Data

Banyak definisi tentang data, antara lain sebagai berikut :

  • Data adalah fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan keadaan sebenarnya yang selanjutnya digunakan sebagai masukan suatu Sistem Informasi.
  • Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata
  • Data adalah bahan yang akan diolah/diproses berupa angka-angka, huruf-huruf, symbol-simbol, kata-kata yang akan menunjukkan situasi dan lain lain yang berdiri sendiri
  • Dalam bahasa sehari-hari data adalah fakta tersurat (dalam bentuk catatan atau tulisan) tentang suatu obyek.
  • Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori menurut format tertentu
  • Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media 8. Data merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi

Berikut ini adalah jenis-jenis data yang bisa didapatkan dari  penelitian :

  • Data Primer merupakan data yang didapat dari sumber informan pertama yaitu  individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data primer ini berupa antara lain:
    • catatan hasil wawancara
    • hasil observasi ke lapangan secara langsung dalam bentuk catatan tentang situasi dan kejadian data-data mengenai informan.
  • Data Sekunder merupakan data primer yang sudah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram. Data ini digunakan untuk mendukung infomasi primer yang diperoleh baik dari dokumen.  Ataupun buku-buku yang ada.

B.        Teknik Pengumpulan Data

A.  Wawancara

Read More »

Ini buat bantu temen-temen juga yang nyari tugas tentang macam-macam grip dalam tenis lapangan. mungkin akan lebih baik jika saya perlengkapi dengan gambar-gambarnya sekaligus.

Dalam tenis sebuah pegangan adalah cara memegang raket untuk memukul tembakan selama pertandingan. Tiga paling umum digunakan genggaman konvensional adalah: Kontinental (atau “Chopper”), Timur dan Barat.  Kebanyakan pemain mengatasi perubahan selama pertandingan tergantung pada apa yang ditembak mereka memukul; beberapa bahkan memegang raket agak “di antara” genggaman standar.Selain itu, terminologi deskriptif dan penamaan TIDAK tampaknya tepat standart.

Pegangan dasar dalam tennis lapangan ada beberapa macam yaitu Eastern grip, Continental grip, Western grip. Pegangan yang paling sering digunakan untuk pukulan forehand adalah pegangan Western grip. Tetapi ada juga yang lain.Grip tersebut antara lain :

The Continental Grip

Kontinental Grip, juga disebut Chopper cengkeraman, diperoleh bila menempatkan tangan sedemikian rupa sehingga dasar dari buku jari telunjuk tepat pada tanggal 2 bevel. Hal ini secara alami diperoleh ketika memegang raket seolah-olah sebuah kapak, untuk memotong.  Maka nama kedua “Chopper pegangan”. Continental grip yang cocok untuk berbagai tembakan dan karena itu sering diajarkan untuk benar-benar pemula, sehingga mereka tidak perlu repot-repot mengubah genggaman sambil belajar dasar-dasar permainan. Cengkeraman Kontinental tidak memungkinkan untuk banyak topspin pada groundstroke. Sejak tenis modern, terutama tenis lapangan tanah liat, telah menunjukkan sebuah evolusi menuju topspin, cengkeraman Kontinental sudah ketinggalan zaman dengan pemain profesional untuk memukul groundstrokes. Hal ini masih lebih disukai pegangan untuk melayani dan tembakan. Sisanya dari cengkeraman keseimbangan antara kapasitas putaran tinggi di satu pihak, dan beragam dan kontrol di sisi lain.

Forehand Eastern Grip

Grip forehand Timur diperoleh bila menempatkan tangan sedemikian rupa sehingga dasar dari buku jari telunjuk tepat pada bevel ke-3. Hal ini tentu diperoleh saat menerima raket tergeletak di tanah, atau “berjabat tangan” dengan raket dipegang tegak lurus. Forehand grip Timur lebih memungkinkan untuk di topspin forehand sambil tetap kontrol, karena pergeseran di sepanjang menangani hanya 45 derajat (dari tujuan multi-Continental grip).

Western Grip

Grip Barat, diperoleh bila menempatkan tangan sedemikian rupa sehingga dasar dari buku jari telunjuk tepat pada tanggal 5 bevel. Compared to the Continental grip, the blade has rotated 135 degrees. Dibandingkan dengan cengkeraman Continental, pisau telah berputar 135 derajat. Hal ini akan memaksa pergelangan tangan dalam putaran tidak nyaman, tetapi memungkinkan untuk sebesar mungkin spin. Hal ini pada dasarnya setara dengan cengkeraman Backhand Timur, kecuali bahwa wajah SAMA raket digunakan untuk memukul bola.

Backhand Eastern Grip

Backhand Eastern Grip, diperoleh bila menempatkan tangan sedemikian rupa sehingga dasar dari buku jari telunjuk tepat pada tanggal 1 bevel. Ini pada dasarnya adalah sama dengan Barat [forehand] pegangan dan memungkinkan untuk spin signifikan dan kontrol.

The Double-Handed Backhand Grip

Dua dasar-Handed Backhand Grip, dapat diperoleh dengan memegang raket dalam cengkeraman Continental biasa, kemudian meletakkan tangan kiri di atas memegangnya di tangan kiri Semi-Barat pegangan forehand.  Memegang raket menggunakan 2 tangan untuk backhand sangat umum, namun, ada banyak variasi dalam posisi yang tepat dari 2 tangan.

Evolusi digunakan untuk mengatasi forehand

Untuk beberapa tahun yang lalu,pada pemain tahun 1920-an Bill Johnston dianggap oleh banyak orang memiliki forehand terbaik sepanjang masa, serangan stroke yang dia memukul setinggi bahu dengan menggunakan cengkeraman Barat. Beberapa pemain top menggunakan cengkeraman Barat setelah tahun 1920-an, tetapi pada akhir abad ke-20, ketika tembakan-teknik pembuatan dan peralatan berubah secara radikal, forehand Barat membuat comeback yang kuat dan kini digunakan oleh banyak pemain modern. Dengan perubahan teknologi, berbagai genggaman telah menjadi digunakan secara sangat berbeda daripada yang telah disebutkan sebelumnya.  Pertama, grip continental digunakan terutama untuk melayani dan untuk voli, bukan untuk memukul forehand tembakan, atau sebuah backhand slice.  Grip timur masih digunakan, meskipun jauh lebih sedikit daripada di masa lalu, dan digunakan untuk memukul sangat datar tembakan. Hal ini sangat baik untuk memukul lewat tembakan rendah. Pegangan yang paling populer di tur, dan untuk “pejuang akhir pekan,” adalah pegangan semi-barat. Ini memberikan campuran yang bagus spin dan kecepatan pada forehand, dan menawarkan kemudahan untuk transisi ke pegangan backhand.  Akhirnya cengkeraman barat (dan variasi ekstrim), adalah beberapa yang paling radikal genggaman digunakan pada tur, kebanyakan oleh tanah liat-courters, dan digunakan untuk membuat sejumlah besar topspin.

Evolusi genggaman Backhand

Untuk sebagian besar dari abad ke-20 itu dilakukan dengan satu tangan, baik menggunakan sebuah backhand Timur atau Continental grip. Tenis modern, ada beberapa pemain profesional yang menggunakan satu tangan Barat backhand. Shot ini dilakukan dengan cara yang sama dengan forehand Barat Memiliki lebih top spin potensi daripada tradisional satu-hander Timur, meskipun sulit untuk memukul bola rendah dengan pegangan ini. Maka hampir tidak mungkin untuk menggerakkan bola tinggi dengan topspin dengan cengkeraman timur tanpa risiko cedera serius. Ini digunakan oleh sebagian besar pro dengan satu tangan kuat backhand drive, seperti Gustavo Kuerten dan Richard Gasguet di antara laki-laki dan Justine Henin di kalangan perempuan.

Para backhand dua tangan ini paling sering digunakan dengan forehand tangan yang memegang raket dengan grip Continental dan non-dominan tangan yang memegang raket dengan grip forehand Timur. Sementara sejauh ini adalah dengan cara yang paling umum untuk memukul backhand dua tangan, ada pemain yang menggunakan berbagai cara untuk memegang raket untuk backhand dua tangan.

Pemain lama dianggap mempunyai backhand terbaik sepanjang masa,Don Budge,  memiliki yang sangat kuat dengan satu tangan stroke pada tahun 1930-an dan 40-an yang disampaikan topspin ke bola. Ken Roswell, pemain lain terkenal karena dengan satu tangan backhand , menggunakan backhand slice akurat mematikan dengan underspin melalui tahun 1950-an dan60-an. Saat ini,Roger Federer, yang menggunakan cengkeraman timur, yang terkenal karena memiliki backhand yang dapat menggerakkan bola, menanamkan dramatis spin, iris dalam-dalam, atau memukul drop shot.He mematikan Meskipun demikian, seperti semua yang mempekerjakan cengkeraman timur, rentan terhadap bola memantul tinggi dan dipaksa untuk baik mengiris bola sementara masih tinggi di udara / bawa rendah dan awal / membolehkan bola untuk turun ke ketinggian yang nyaman.

Kuat terhadap claycourters yang mempekerjakan barat kuat mencengkeram dan dapat menggerakkan bola memantul tinggi dengan kekuatan besar, sering kali tidak cukup waktu untuk mengambil bola meningkat, dan banyak berspekulasi bahwa kelemahan ini adalah penjelasan untuk Rafael Nadal rekor melawan Federer yang dominan pada tanah liat memantul tinggi, di mana iris kurang efektif.

Pemain penting pertama untuk menggunakan dua tangan adalah tahun 1930-an Australia Vivian Megan dan John Bromwich. Dua genggaman tangan populer pada 1970-an sebagai Bjorn Berg, Christ evit dan Jimmy Connor menggunakannya untuk dampak yang luar biasa, dan sekarang digunakan oleh sejumlah besar para pemain terbaik dunia, termasuk William bersaudara. Telah bermain tenis dari usia dini, ketika mereka tidak cukup kuat untuk memukul backhand dengan satu tangan. Kebanyakan profesional yang menggunakan backhand dua tangan sering kembali sulit mencapai bola dengan backhand satu tangan. Mereka juga sering menggunakan satu tangan backhand slice dalam aksi unjuk rasa karena tembakan yang nyaman. Andre Agassi pada khususnya meningkatkan penggunaan nya dengan satu tangan dan backhand sering menghantam sebuah unreturnable Dropshot dengannya.

Grip digunakan untuk Melayani

Pada tingkat profesional, flat melayani (dengan sedikit atau tanpa spin), adalah memukul dengan pegangan.  Server berdiri pada sudut ke baseline, sehingga dia bisa mengubah selama layanan dan membuat kontak dengan raket pada bola tepat.

Pada tingkat profesional, melayani potongan ini paling sering dipukul dengan Continental pegangan. Server melemparkan bola sedikit ke kanan tubuhnya (jika dia adalah tangan kanan) dan memotong bola di samping untuk menanamkan berputar. Untuk benar-hander, melayani potongan kurva ke kiri, dan berguna dalam menarik lawan lebar-lebar, atau melayani ke dalam tubuhnya. Banyak pemain, bagaimanapun, gunakan pegangan backhand Timur putaran mereka melayani; hal ini memberikan lebih banyak sudut raket seperti menyapu bola.

Ada dua jenis tendangan (topspin) melayani; yang murni topspin  dan memutar melayani. The topspin melayani dipukul dengan menggunakan cengkeraman Continental dan bola dilemparkan sehingga jika ingin menjatuhkan, itu akan mendarat di server kepala. Dalam topspin layani, kuas raket di bola untuk menanamkan topspin. Dalam putaran Amerika melayani atau menendang layani, raket diadakan dengan backhand atau Continental Timur pegangan. The twist melayani telah baik topspin dan irisan, dan, ketika memukul dengan benar, memantul dalam arah yang berlawanan dari irisan melayani. Melayani kedua digunakan untuk melayani secara efektif yang tetap memiliki faktor keamanan tinggi karena mereka jelas bersih dengan margin yang relatif tinggi ruang dan gunakan untuk menarik topspin bola ke dalam kotak pelayanan.
Dan berikut ini adalah ready position (posisi siap)

Stance (posisi berdiri)

Ketika memukul bola juga harus diperhatikan cara berdiri dari setiap pukulan. Ada 3 jenis stance dalam tennis yaitu:

1. close stance (tertutup): posisi kaki kiri menyilang di depan kaki kanan
2. square stance (netral)
3. open stance (terbuka) : posisi kaki bisa dikatakan hampir sejajar

Pukulan Forehand

* Mengatur posisi badan untuk memukul bola dimulai dengan kedua kaki (mengatur posisi stance) sambil mengayunkan raket ke belakang dan memposisikan diri pararel dari gerakan bola.
* Ketika bola memasuki zona pukulan yang dikehendaki ayunkan raket dengan natural hingga mencapai titik kontak antara bola dengan raket.
* Ketika terjadi kontak usahakan bola berada di sweetspot raket untuk mencapai kesempurnaan pada pukulan
* Setelah terjadi kontak, lakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan (kea rah pundak kiri) jangan lupa untuk tetap menggerakkan atau mengayunkan kaki, hal ini sangat membantu dalam memukul bola.

Untuk para coach, inilah forum bagi kita. Disini juga saya sedang belajar pula sebagai seorang coach basket di salah satu SMPK di Malang, tepatnya di Sang Timur.

Sebagai pertama kali pertemuan, saya mencoba untuk memperhatikan dribblle dari masing-masing pemain saya.Karena itulah dasar bagi smuanya sebelum melangkah ke teknik-teknik yang lebih rumit lagi. Dan yang paling penting dari itu semua sebelum belanjut adalh, melihat dan mengobservasi kecintaan mereka tentang basket.

saya periksa satu-persatu, apakah teknik mereka sudah benar atau belum, di situlah saya menerapkan fundamental basket saya, masing-masing player saya drill dribblle tangan kanan dan tangan kiri,bersama-sama maupun bergantian.Itu juga menjadi dasar bagi anak-anak usia SMP, walaupun masih susah untuk membentuk kerjasama satu pemain dengan pemain yang lain. Karena saya juga berkuliah di PJKR UM, dimana saya juga diajarkan psikologis khusus anak remaja. Itulah perlunya dibble basket, membentuk skill mereka secara individu terlebih dahulu.

Sya tidak bekerja sendiri, saya berusaha membuat kerjasama dengan teman-teman saya dari bidang kepelatihan, kebugaran jasmani, psikolog,dan guru SMP. Karena ini pertama kalinya bagi saya, sehingga diperlukan bantuan dari orang lain.

Saya harap smua juga mau bekerjasama, satu dengan yang lain. Untuk memajukan basket Indonesia, dan saya lebih mementingkan perbandingan tinggi badan. Karena tinggi badan rata-rata orang Indonesia masih kalah dengan negara asli munculnya Basket ball.

Saya ingin memanfaatkan tinggi badan yang kurang dalam permainan basket ball, sesuai dengan ilmu biomekanika yang saya dapatkan.

Silakan bagi teman-teman lain jika memiliki komentar,atau apapun. Blog saya terbuka untuk semua orang. Saya siap membantu apa yang saya bisa melealui blog saya ini.

Yah baiklah,tulisan terbaruku tentang musik.
Apa musik bagiku, pada tulisan-tulisanku sebelumnya,tentang musik ada artinya menurut para pakar, kebanyakan orang bilang musik itu menggunakan alat-alat musik,tapi ad juga yang bilang semua yang mengeluarkan bunyi adalah musik.
Tetapi bagi saya musik bukanlah sekedar bunyi saja.
ada macam-macam disana, ritme,tempo,harmony,nada, jadi ga hanya sekedar bunyi.
dan alat musik yang saya sukai adalah guitar, di giutarlah aq bisa mengekspresikan musikku,Mungkin suatu saat akan saya upload lagu0lagu ciptaansya.N mungkin bisa kubantu untuk mencari chord lagu ataupun tabulasi gitar.
Gitar memliki 6 dawai yang begitu banyak eksplorenya, entah itu akustik ataupun elektrik, smuanya memeiliki kelebihan masing-masing, begitu memeukau saat kita mainkan nada-nada yang sip,,,,,kata orang jawa.Maknyusssssssssssssss
Alat-alat musik lain masih banyak, tetapi toalitas hanya di guitar dan bass.
Bagi teman-teman yang membutuhkan bantuan,bisa kasi komen aja, mungkin saya bisa bantu.
mungkin juga ga hanya musik aja,bisa juga sport.

Mungkin, apakah arti musik bagimu,akan kurangkum smuanya.oke2?mohon bantuannya,kita saling melengkapi satu sama lain.

Perkakas ‹ Masnyomega’s Blog — WordPress.

SEJARAH

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. “Basket ball” (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.

1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.

2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).

3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.

4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.

5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.

6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.

7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).

8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.

9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.

10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.

11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.

12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit

13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.

Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

PERBASI

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia disingkat ‘Perbasi’ merupakan organisasi pengatur olahraga bola basket di Indonesia.

Sejarah Perbasi dimulai pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat Perbasi.

Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali berganti kepengurusan. Pengusaha muda Noviantika Nasution saat ini menjabat sebagai Ketua PB Perbasi setelah sebelumnya jabatan ketua dipegang oleh Gubernur DKI, Sutiyoso. Sedangkan Setia Dharma Madjid menjabat sebagai Sekjen. Read More »

Yah, ini buat njelasin beberapa istilah di dalam musik. Moga-moga bisa bantuin temen-temen, saudara-saudaraq skalian, ibu-ibu,bapak-bapak, tantetente, om-om.hehehehe.smua yang ada disinilah,,,,,

Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan musik.

Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup misalnya suara, nada, notasi, ritme, melodi, Kontrapun Musik, harmoni, Bentuk Musik, Teori Mencipta Lagu, dlsb.

 

Suara

Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi).

 

Nada

Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.

Ritme

Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).

Notasi

Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

Melodi

Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).

Harmoni

Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.

Baiklah kita membicarakan tentang musik, musik yang ga pernah ada matinya. Mau itu rock, jazz, metal,atau metal(melayu total), pop, dangdut, dsb. Selalu aja tercipta lagu baru dari not yang cuma ada 7 nada itu. G ada abisnya deh. Sebelumnya kita bahas dulu, apaan se musik itu

“Musik adalah bunyi yang dikeluarkan oleh satu atau beberapa alat musik yang dihasilkan oleh individu yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, budaya, lokasi dan selera seseorang”. Tapi, beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

  • Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.

Alat-alat musik

Aliran-aliran musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java Jawadalam musik rock. yang mengusung lagu berbahasa

A. PASSING DAN CATCHING

Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap (catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1 tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :

  1. Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan ( intercept) lawan.
  2. Timing harus tepat
  3. Perasaan (feeling)
  4. Hindari lemparan menyilang

Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macam-macam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar melempar bola tersebut al :

  1. Chest Pass ( Operan dada)
  2. Bounce Pass ( Operan pantulan)
  3. Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)
  4. Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)

Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat melakukan gerakan yang lain dengan baik.

B. DRIBBLING

Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih dari satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara menggiring bola al :

  1. Menggiring bola rendah ( untuk control bola).
  2. Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
  3. Menggiring campuran

Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.

C. SHOOTING

Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam menembak menentukan baik buruknya tembakan.

Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau menembaknya antara lain :

  1. One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
  2. Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).

D. PIVOT

Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya seorang pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain yang memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan bola. Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan pivot. Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan kesegala arah dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh terangkat atau tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau melangkah kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan agar bola dapat dijauhkan dari jangkauan lawan.

Pivot dapat berbentuk al :

  1. In Front Pivot (front turn).
  2. Reverse Pivot (reverse turn).

E. REBOUND

Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain, hal ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli mengatakan “ Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan bias menang “, hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.

Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).
  2. Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).

Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan ketepatan waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga para pemain sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan waktu (timing) dan menutup lawan.